Hama kecoa adalah hama yang cenderung sulit dieliminasi karena lokasi manifestasi yang tersembunyi dan jumlah kecoa baru dalam setiap perkembangbiakaanya sangat tinggi. cara pengendalian kecoa yang biasa dilakukan oleh team COLONI antara lain:
Penyemprotan secara “Knock Down Effect” biasanya ditujukan ke tempat -tempat yang tertutup atau agak tertutup misalnya dengan fogging (pengasapan) atau dengan spraying (penyemprotan).

kecoa 1a

Penyemprotan secara “Residual Effect” bertujuan untuk meninggalkan residu ditempat-tempat tertentu yang biasa dilalui atau dijadikan tempat berkembangbiak, misalnya dengan perlakuan spraying atau tracking powder.
kecoa 2a
Dusting dengan cara memberikan bubuk beracun ketempat-tempat istirahat atau   persembunyian kecoa seperti celah-celah atau lubang-lubang di dinding, pinggir lantai dan dinding, belakang lemari, dan diatas langit-langit.
kecoa2
Vacum, perlakuan penyedotan dengan alat vakum yang mempunyai kekuatan yang besar pada kecoa yang sedang
kecoa 3a
Pengumpanan berupa makanan yang berbentuk gel yang sudah mengandung bahan kimia, tetapi tidak membuat kecoa menjadi jera atau menghindar
kecoa 3b
Traping yaitu perlakuan dengan menggunakan lem atau jebakan yang dapatmembuat kecoa terperangkap. Contoh : lem
kecoa 3c
Umumnya kecoa telah resisten terhadap insektisida golongan organoklorin, seperti DDT. Oleh karena itu disarankan untuk tidak menggunakan insektisida jenis golongan ini. Insektisida yang paling efektif digunakan saat ini adalah dari golongan sintetic pyrethroid seperti permethrin, cyhalothrin, deltamethrin, cypermethrin. Dari golongan organofosfat seperti fenthion, chlorpyrifos, fenitrothion, dan dari golongan karbamat seperti propoxur, bendiocarb, dan BPMC