Pengendalian hama tikus dilakukan dengan berbagai pendekatan sesuai dengan keinginan konsumen. Keputusan untuk menggunakan bahan kimia atau tidak dalam menanggulangi hama tikus merupakan pilihan konsumen yang biasanya didasari dari jenis usaha konsumen.

  1. Dilakukan dengan cara memperbaiki sanitasi serta mereduksi shelter tikus seminimal mungkin. Aktivitas yang dilakukan adalah :
    •    Rodent proofing – mengubah struktur bangunan sehingga tikus tidak dapat masuk ke dlm bangunan.
    •    Trapping – menggunakan perangkap atau lem untuk menangkap tikus.
    Trapping dapat digunakan untuk  :
    1.    Area dimana bangkai tikus tidak bisa ditolerir
    2.    Area dimana penggunakan chemical tidak diperkenankan
    3.    Untuk membersihkan tikus yang masih tersisa akibat ”bait shyness” sesudah program baiting
  2. Chemical control
    Dilakukan dengan menggunakan bahan chemical yaitu berupa blok dan racikan, berbahan aktif brodifacoum & coumatetralyl, aman terbukti ampuh mengeliminasi 100% tikus Rattus rattus & Ratus norvegicus & Mus musculus, aplikasi cepat, bersih, tidak berbau, tidak mengkontaminasi & tidak mengganggu aktivitas
    a)    Baiting
    ➢    Dengan metode peracunan tradisional (single dose poisons).
    ➢    Dengan multiple-dose anticoagulant rodentisida
    ➢    Dengan single-dose anticoagulant rodentisida
    ➢    Brodifacoum (warna hijau) sebagai bahan aktif
    ➢    Beras sebagai campuran
    ➢    Lilin padat sebagai material yang dipadatkan
    b)    Menggunakan tracking powders (radun dust) dan gel dncvbs
    c)    Menggunakan fumigant (gas beracun)

tikus coloni

  1. Umpan Rodentisida
    Pada awalnya penggunaan rodentisida berupa tradisional acute single-dose poison (arsenic dan thallium). Karena bahan tersebut butuh waktu hanya sekali untuk dimakan dan sangat beracun bahkan  terhadap hewan non-target, maka penggunaannya sangat dibatasi dan diganti dengan bahan-bahan  alternatif yang daya racunnya lebih sedikit.
  2.  Tracking Powders Dan Gel
    Beberapa rodentisida termasuk yang multiple-dose anticoagulant bisa didapatkan dalam bentuk  dust/powder atau gel formulasi yang cocok digunakan sebagai tracking powder atau gel. Apabila ditempatkan pada lokasi yang biasa dilalui tikus, seperti jalan tikus, lubang atau di bawah bait station, maka racun tersebut akan terbawa oleh telapak kaki tikus. Untuk selanjutnya racun itu akan termakan oleh tikus, karena tikus mempunyai kebiasaan membersihkan kakinya.
  3. Rodent Control by Chemical Baiting
    Menggunakan tradisional acute single-dose poison